Anothger graet news on property's KPR.
============
Penyaluran KPR Melonjak
Senin, 12 April 2010 | 04:16 WIB
Jakarta, Kompas - Seiring turunnya suku bunga dan membaiknya daya beli masyarakat, penyaluran kredit pemilikan rumah atau KPR selama triwulan I-2010 melonjak tajam. Pertumbuhan KPR diperkirakan semakin cepat dalam bulan-bulan mendatang karena suku bunga KPR masih akan turun.
PT Bank Tabungan Negara Tbk, bank terbesar di pasar KPR, telah menyalurkan KPR Rp 4,56 triliun selama triwulan I-2010 atau tumbuh 45 persen dibandingkan dengan realisasi KPR di periode yang sama 2009.
Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, akhir pekan lalu di Jakarta, menjelaskan, dengan pertumbuhan KPR yang signifikan, posisi KPR BTN per akhir Maret 2010 mencapai Rp 33 triliun, yakni Rp 19,8 triliun ke KPR bersubsidi dan Rp 13,1 triliun ke KPR nonsubsidi.
Pesatnya pertumbuhan KPR, antara lain, dipicu oleh tren penurunan bunga KPR. Saat ini suku bunga KPR untuk nasabah baru 10,75 persen, padahal tahun lalu masih 12-13 persen. ”Ke depan, bunga KPR masih berpeluang turun seiring cost of fund yang makin rendah,” kata Iqbal.
Apalagi kebutuhan rumah juga cenderung semakin besar. Menurut data, pertumbuhan kebutuhan rumah 800.000 unit per tahun, pasokannya hanya 300.000 per tahun. Jadi, kebutuhan rumah terus meningkat, mencapai 5,8 juta unit saat ini.
General Manager Consumer Banking PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Diah Sulianto menjelaskan, posisi KPR BNI per akhir Maret 2010 mencapai Rp 8,87 triliun, meningkat 27 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, Rp 7 triliun.
Pertumbuhan KPR BNI yang ekspansif, kata Diah, didukung layanan yang semakin cepat dan bunga KPR yang kompetitif.
Direktur Konsumer Bank Mandiri Mansyur Nasution mengatakan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan KPR 45 persen pada 2010. ”Adapun realisasi penyaluran KPR 2009 sekitar Rp 3,3 triliun,” kata dia.
Iqbal menjelaskan, penyaluran KPR yang ekspansif berdampak pada raihan laba bersih BTN yang tercatat Rp 187,85 miliar pada akhir Maret 2010, naik 72 persen dibanding periode sama 2009, yaitu Rp 109,4 miliar.
Perolehan laba didorong oleh margin bunga bersih yang naik dari 3,87 persen menjadi 5,59 persen. Namun, kredit bermasalah (NPL) gross BTN juga naik, dari 3,96 persen pada akhir triwulan I-2009 menjadi 4 persen pada akhir triwulan I-2010. ”Namun, kami bisa menjaga NPL net di level 3,28 persen,” kata iqbal.
Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono memperkirakan penyaluran KPR akan tumbuh signifikan pada 2010.
”Confidence pelaku ekonomi begitu meningkat sehingga permintaan terhadap KPR pasti naik,” ujar dia.
Tony berpendapat, penurunan bunga KPR bergantung pada kemampuan bank mengutak-atik struktur ongkosnya dan menaikkan pendapatan yang berbasis nonbunga. (FAJ)
Showing posts with label KPR. Show all posts
Showing posts with label KPR. Show all posts
Monday, April 12, 2010
Friday, April 9, 2010
KPR growth in first quarter 2010
Good news come from property. KPR growth is amazing in first quarter 2010.
=============
KPR Tumbuh Subur, Didominasi Landed House
Jumat, 9/4/2010 | 13:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kredit pemilikan rumah atau KPR sepertinya tumbuh subur di tahun ini. Tengok saja penyaluran KPR ke masyarakat hingga Maret 2010.
Misalnya saja produk KPR Bank BNI yang ngetop dengan sebutan BNI Griya. Per akhir Maret 2010, penyaluran KPR BNI Griya telah mencapai Rp 8,8 triliun. Jika posisi (outstanding) per Desember 2009 sebesar Rp 8,2 triliun, artinya BNI Griya telah mengalami pertumbuhan 7,5 persen dalam tiga bulan.
Tak heran Manajer Umum Divisi Kredit Konsumen BNI Diah Sulianto optimistis, BNI bisa menyalurkan kredit KPR baru hingga Rp 3,8 triliun di sepanjang 2010 ini. Artinya, total outstanding KPR BNI setidaknya bisa mencapai Rp 12 triliun di akhir 2010.
Indrastomo Nugroho, Product Development and Business Monitoring Divisi Kredit Konsumen BNI menambahkan, tahun lalu KPR BNI tumbuh 17 persen dibandingkan tahun 2008. "Sepanjang 2009, nilai KPR baru BNI sebesar Rp 2,75 triliun," tutur Indrastomo.
Diah berpendapat, tahun ini potensi pertumbuhan KPR masih sangat bagus. "Potensinya luar biasa. Apalagi sudah didukung dengan iklan dan promosi yang lebih kreatif. Kami tahun ini juga lebih proaktif," tutur Diah. Ia optimistis, KPR BNI tahun ini bisa tumbuh 28 persen.
"Landed house" masih mendominasi
Saat ini, komposisi portofolio BNI Griya masih didominasi oleh KPR rumah atau landed house. Kata Diah, proporsi apartemen masih tergolong kecil. "Belum sampai 5 persen dari total portofolio kami," ujarnya.
Mengenai kredit bermasalah alias non performing loan (NPL), Diah bilang, nilainya tak terlalu tinggi. Nilai rasio NPL BNI Griya per Maret sekitar 0,6 persen.
Ke depan, untuk menarik minat nasabah, Bank BNI akan menyiapkan produk-produk dan program KPR dengan konsep BNI Griya Inspiring Green Living. Ini merupakan konsep rumah ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Evi Firmansyah melontarkan optimisme serupa. Menurut Evi, kebutuhan perumahan diperkirakan akan terus bertambah sekitar 11 juta unit hingga akhir 2010. "Sektor properti masih bisa bertumbuh hingga 15 persen, dengan menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen," tegas Evi.
Tahun ini BTN menargetkan bisa menyalurkan fulus hingga Rp 25 triliun ke sektor perumahan. Nilai ini naik 20 persen sampai 30 persen dibandingkan dengan penyaluran kreditnya tahun lalu.
Dengan aset di atas Rp 50 triliun, tahun lalu penyaluran kredit bank jagoan KPR ini tumbuh hingga 27 persen. "Pertumbuhan KPR nasional saja cuma sekitar 13 persen," ujar Evi.
Per akhir Maret 2010, nilai KPR BTN sudah menembus Rp 43,2 triliun. Dengan target pertumbuhan KPR sebesar 27 persen, tahun ini BTN menargetkan paling tidak bisa menyalurkan KPR hingga Rp 51,7 triliun. "Hingga Desember 2009, outstanding KPR kami mencapai Rp 40,7 triliun," tegas Evi. (Raymond Reynaldi/Andri Indradie/KONTAN)
=============
KPR Tumbuh Subur, Didominasi Landed House
Jumat, 9/4/2010 | 13:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kredit pemilikan rumah atau KPR sepertinya tumbuh subur di tahun ini. Tengok saja penyaluran KPR ke masyarakat hingga Maret 2010.
Misalnya saja produk KPR Bank BNI yang ngetop dengan sebutan BNI Griya. Per akhir Maret 2010, penyaluran KPR BNI Griya telah mencapai Rp 8,8 triliun. Jika posisi (outstanding) per Desember 2009 sebesar Rp 8,2 triliun, artinya BNI Griya telah mengalami pertumbuhan 7,5 persen dalam tiga bulan.
Tak heran Manajer Umum Divisi Kredit Konsumen BNI Diah Sulianto optimistis, BNI bisa menyalurkan kredit KPR baru hingga Rp 3,8 triliun di sepanjang 2010 ini. Artinya, total outstanding KPR BNI setidaknya bisa mencapai Rp 12 triliun di akhir 2010.
Indrastomo Nugroho, Product Development and Business Monitoring Divisi Kredit Konsumen BNI menambahkan, tahun lalu KPR BNI tumbuh 17 persen dibandingkan tahun 2008. "Sepanjang 2009, nilai KPR baru BNI sebesar Rp 2,75 triliun," tutur Indrastomo.
Diah berpendapat, tahun ini potensi pertumbuhan KPR masih sangat bagus. "Potensinya luar biasa. Apalagi sudah didukung dengan iklan dan promosi yang lebih kreatif. Kami tahun ini juga lebih proaktif," tutur Diah. Ia optimistis, KPR BNI tahun ini bisa tumbuh 28 persen.
"Landed house" masih mendominasi
Saat ini, komposisi portofolio BNI Griya masih didominasi oleh KPR rumah atau landed house. Kata Diah, proporsi apartemen masih tergolong kecil. "Belum sampai 5 persen dari total portofolio kami," ujarnya.
Mengenai kredit bermasalah alias non performing loan (NPL), Diah bilang, nilainya tak terlalu tinggi. Nilai rasio NPL BNI Griya per Maret sekitar 0,6 persen.
Ke depan, untuk menarik minat nasabah, Bank BNI akan menyiapkan produk-produk dan program KPR dengan konsep BNI Griya Inspiring Green Living. Ini merupakan konsep rumah ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Evi Firmansyah melontarkan optimisme serupa. Menurut Evi, kebutuhan perumahan diperkirakan akan terus bertambah sekitar 11 juta unit hingga akhir 2010. "Sektor properti masih bisa bertumbuh hingga 15 persen, dengan menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen," tegas Evi.
Tahun ini BTN menargetkan bisa menyalurkan fulus hingga Rp 25 triliun ke sektor perumahan. Nilai ini naik 20 persen sampai 30 persen dibandingkan dengan penyaluran kreditnya tahun lalu.
Dengan aset di atas Rp 50 triliun, tahun lalu penyaluran kredit bank jagoan KPR ini tumbuh hingga 27 persen. "Pertumbuhan KPR nasional saja cuma sekitar 13 persen," ujar Evi.
Per akhir Maret 2010, nilai KPR BTN sudah menembus Rp 43,2 triliun. Dengan target pertumbuhan KPR sebesar 27 persen, tahun ini BTN menargetkan paling tidak bisa menyalurkan KPR hingga Rp 51,7 triliun. "Hingga Desember 2009, outstanding KPR kami mencapai Rp 40,7 triliun," tegas Evi. (Raymond Reynaldi/Andri Indradie/KONTAN)
Tuesday, March 23, 2010
Tips> Installment on KPR
Short tips for today
======
When you take KPR/KPA, you need to remember:
1. Do not take KPR installment more than your 33% income each month
2. Take longer installment
Before you take KPR, you need to take these steps:
- Pay all your debts
- Control your monthly expenditures
- Do not take more than 1 credit cards
- Limit your credit card
- Do not take other debts
- The most important thing is save more into your bank account, do not put cash money at home.
- Try to look for other source of income
=
======
When you take KPR/KPA, you need to remember:
1. Do not take KPR installment more than your 33% income each month
2. Take longer installment
Before you take KPR, you need to take these steps:
- Pay all your debts
- Control your monthly expenditures
- Do not take more than 1 credit cards
- Limit your credit card
- Do not take other debts
- The most important thing is save more into your bank account, do not put cash money at home.
- Try to look for other source of income
=
Tuesday, November 17, 2009
Tips memilih bank untuk KPR
Tips memilih bank untuk KPR
Membeli rumah dengan kredit (KPR) merupakan pilihan utama untuk pasangan muda di Jakarta. Tulisan ini ditujukan untuk pasangan muda yang berencana membeli rumah dengan kisaran 150-350 juta. Dengan harga ini, rumah yang didapatkan mulai luas tanah 70-120an atau 2-3 kamar tidur. Berdasarkan pengalaman kami selama ini beberapa hal pertimbangan yang harus dipikirkan baik-baik sebelum memilih bank KPR adalah:
1. Segmentasi bank
Niaga, Permata, Panin bersaing di segmen yang sama: rumah-rumah menengah di pinggiran jakarta dengan range 150-300 juta. Biasanya developer sudah menggandeng bank-bank tersebut sejak awal, kecuali perumahan spesifik seperti Legenda Wisata yang dibangun Duta Pertiwi dengan group Sinar Mas tentunya menganjurkan BII (Bank Group Sinar Mas) sebagai KPR pilihannya. Atau Daan Mogot Arcadia dengan Bank Eksindonya yang masih dalam satu group.
Niaga dikenal sebagai bank paling agresif. Niaga banyak menggandeng developer-developer kecil, ukuran 40-200 rumah per kompleks. Kalau kita mencari rumah-rumah dipinggiran Jakarta sebagian besar menawarkan Niaga sebagai pilihan KPR-nya.
BTN dikenal sebagai bank untuk KPR menengah ke bawah dalam skala besar. Prakteknya dilapangan BTN cenderung tidak agresif dalam menawarkan KPR-nya. Memang sih banyak yang berkomentar,
“KPR? kenapa ga di BTN saja”, gampang jawabannya:
“Lha BTN emang kantornya dimana?”
BNI, yang membajak kepala Divisi KPR dari Bank Niaga pun menawarkan fitur yang mirip-mirip dengan bank Niaga. Masalahnya, perumahan manakah yang digandeng oleh BNI? Mandiri yang dikenal kuat di Corporate, BCA yang di Consumer Banking, nampaknya tidak begitu terlihat di segmen perumahan menengah ini.
Kesimpulan: Niaga dan Permata #1 di kategori ini, BNI pun di 2007 ini sedang memfokuskan untuk KPRnya
2. Fleksibilitas persyaratan
Teorinya persyaratan KPR disemua bank sama, harus ada NPWP, harus ada pengalaman 2 tahun sebagai karyawan tetap, harus ada ini itu. Tapi prakteknya tidak ada karyawan yang sempurna bukan, makanya pertimbangan fleksibilitas bank harus dijadikan pertimbangan utama
Contoh: Join income / cicilan yang dibayar bersama suami dan istri seringkali berurusan pelik. Bank Niaga dan Panin memandang istri hanya komponen penunjang untuk cicilan kredit. Akibatnya status istri tidak menjadi masalah besar, apakah istri karyawan permanen/kontrak, belum ada NPWP. Sebaliknya bank Permata, BCA memandang istri sebagai komponen utama. Akibatnya semua dokumentasi harus lengkap.
Kesimpulan: Bank Panin #1 di kategori ini, Niaga #2
catatan, fleksibilitas bank Panin sempat menuai kritik dari teman-teman. Konon bank Panin masih menggunakan sistem perhitungan manual untuk approval KPR-nya, sementara bank lain menggunakan sistem komputerisasi yang mengharuskan proses prosedural.
3. Birokrasi
Birokrasi ini terkait dengan sistem kerja bank tersebut. Bank Niaga, Panin, BRI misalnya menggunakan sistem account officer (AO). Dengan sistem AO ini proses pencarian nasabah, analisa kredit hingga appraisal dikerjakan oleh satu orang yaitu sang AO dari awal hingga akhir. Keuntungannya appraisal yang dihasilkan bisa lebih tinggi, apalagi untuk rumah second. Sistem ini juga cukup rawan unsur KKN (sogok menyogoknya). Dalam beberapa kali diskusi, baik dengan developer, properti agent, atau pihak bank. Budaya untuk menyogok agar memudahkan aplikasi ini kerap dilakukan.
Sebaliknya bank Permata menggunakan sistem bertingkat. Artinya group bisnis dan analis adalah orang yang berbeda. Dalam kasus ini proses pencarian nasabah dikerjakan si A, sedangkan perhitungan kredit dikerjakan oleh si B. Ribet memang tapi dengan sistem ini Bank Permata berani menawarkan bunga paling rendah di 12.8% pa
Kesimpulan: Bank dengan model AO (Niaga, Panin, BRI) #1 dikategori ini
4. Negotiation/Bargaining
4.1 Negoisasi appraisal harga rumah
Proses kredit sebagaimana proses jual beli adalah hal yang penuh subyektivitas. Hal ini bisa berbuntut panjang semisal: Harga rumah second 300 juta, bisa jadi dinilai Niaga 250juta, dinilai Panin 270juta, dinilai BRI 350 juta. Angka ini dari mana, memang ada rumusnya seperti
luas tanah X harga pasaran + luas bangunan X harga pasaran + harga strategis
Tapi angka ini sebenarnya negotiable, tergantung kepentingan si credit officer dan nasabah itu sendiri. Kata orang “everything’s negotiable”
4.2 Negoisasi limit credit
Limit credit yang diberikan pun penuh dengan negoisasi. Gaji si amir di Telkomsel misalnya, 1 juta perbulan, tapi dalam satu tahun amir bisa 24 kali gaji. Gaji budi di software house bisa 2 juta tapi overtime budi bisa hingga 3 juta perbulan misalnya. Niaga menghitung nilai cicilan dari gaji terendah dalam satu tahun, tapi Panin menghitung dari rata-rata gaji sedangkan Permata menghitung dari analisa lainnya
Kesimpulan: Bank dengan AO yang agresif menduduki peringkat #1. Sebenarnya agak sulit memlih bank terbaik dalam kategori ini. Yang ada adalah AO/credit officer yang pintar atau yang lamban. Tapi overall Panin #1
5. Lain-lain
Komponen ini sebenarnya banyak tapi kami memilih mengkategorikannya dalam ‘tidak signifikan’. Sehingga kami lebih memfokuskan pada hal-hal sebelumnya. Seperti:
4.1 Bunga Bank,
Diskusi mengenai bunga bank bisa sangat menarik apalagi dikaitkan dengan issue floating vs fixed rate, subsidi bunga, suku bunga BI, syariah vs konvensional. Menurut kami, issue bunga bank sebaiknya tidak perlu dipusingkan. Dasarnya adalah setiap bank berkompetisi dan suku bunga sebenarnya sudah merupakan ‘ketetapan alam’ yang tidak perlu dipusingkan.
FYI, per january 2007. Permata di 12.8%, Niaga 13.88%, BCA, BNI, Mandiri di 14%. Fluktuasi jelas, konon 2005 sendiri pernah suku KPR di 20%
4.2 Feature
Ada angsuran suka-sukanya BNI, ada extra paymentnya, ada asuransinya Bank Mega. Stop, komponen ini membingungkan. Jangan terlalu dipusingkan oleh komponen ini.
4.3 Reputasi Bank
Panin, NISP mungkin tidak seterkenal Niaga atau BTN (yang justru di segmen menengah massal). Kami belum sampai mendiskusikan kategori ini.
Any comment?
PS: Coba lihat perbandingan KPR Permata vs Niaga
Written by priandoyo --> priandoyo.wordpress.com
Januari 10, 2007 pada 2:55 am
Ditulis dalam Tips Membeli Rumah
Membeli rumah dengan kredit (KPR) merupakan pilihan utama untuk pasangan muda di Jakarta. Tulisan ini ditujukan untuk pasangan muda yang berencana membeli rumah dengan kisaran 150-350 juta. Dengan harga ini, rumah yang didapatkan mulai luas tanah 70-120an atau 2-3 kamar tidur. Berdasarkan pengalaman kami selama ini beberapa hal pertimbangan yang harus dipikirkan baik-baik sebelum memilih bank KPR adalah:
1. Segmentasi bank
Niaga, Permata, Panin bersaing di segmen yang sama: rumah-rumah menengah di pinggiran jakarta dengan range 150-300 juta. Biasanya developer sudah menggandeng bank-bank tersebut sejak awal, kecuali perumahan spesifik seperti Legenda Wisata yang dibangun Duta Pertiwi dengan group Sinar Mas tentunya menganjurkan BII (Bank Group Sinar Mas) sebagai KPR pilihannya. Atau Daan Mogot Arcadia dengan Bank Eksindonya yang masih dalam satu group.
Niaga dikenal sebagai bank paling agresif. Niaga banyak menggandeng developer-developer kecil, ukuran 40-200 rumah per kompleks. Kalau kita mencari rumah-rumah dipinggiran Jakarta sebagian besar menawarkan Niaga sebagai pilihan KPR-nya.
BTN dikenal sebagai bank untuk KPR menengah ke bawah dalam skala besar. Prakteknya dilapangan BTN cenderung tidak agresif dalam menawarkan KPR-nya. Memang sih banyak yang berkomentar,
“KPR? kenapa ga di BTN saja”, gampang jawabannya:
“Lha BTN emang kantornya dimana?”
BNI, yang membajak kepala Divisi KPR dari Bank Niaga pun menawarkan fitur yang mirip-mirip dengan bank Niaga. Masalahnya, perumahan manakah yang digandeng oleh BNI? Mandiri yang dikenal kuat di Corporate, BCA yang di Consumer Banking, nampaknya tidak begitu terlihat di segmen perumahan menengah ini.
Kesimpulan: Niaga dan Permata #1 di kategori ini, BNI pun di 2007 ini sedang memfokuskan untuk KPRnya
2. Fleksibilitas persyaratan
Teorinya persyaratan KPR disemua bank sama, harus ada NPWP, harus ada pengalaman 2 tahun sebagai karyawan tetap, harus ada ini itu. Tapi prakteknya tidak ada karyawan yang sempurna bukan, makanya pertimbangan fleksibilitas bank harus dijadikan pertimbangan utama
Contoh: Join income / cicilan yang dibayar bersama suami dan istri seringkali berurusan pelik. Bank Niaga dan Panin memandang istri hanya komponen penunjang untuk cicilan kredit. Akibatnya status istri tidak menjadi masalah besar, apakah istri karyawan permanen/kontrak, belum ada NPWP. Sebaliknya bank Permata, BCA memandang istri sebagai komponen utama. Akibatnya semua dokumentasi harus lengkap.
Kesimpulan: Bank Panin #1 di kategori ini, Niaga #2
catatan, fleksibilitas bank Panin sempat menuai kritik dari teman-teman. Konon bank Panin masih menggunakan sistem perhitungan manual untuk approval KPR-nya, sementara bank lain menggunakan sistem komputerisasi yang mengharuskan proses prosedural.
3. Birokrasi
Birokrasi ini terkait dengan sistem kerja bank tersebut. Bank Niaga, Panin, BRI misalnya menggunakan sistem account officer (AO). Dengan sistem AO ini proses pencarian nasabah, analisa kredit hingga appraisal dikerjakan oleh satu orang yaitu sang AO dari awal hingga akhir. Keuntungannya appraisal yang dihasilkan bisa lebih tinggi, apalagi untuk rumah second. Sistem ini juga cukup rawan unsur KKN (sogok menyogoknya). Dalam beberapa kali diskusi, baik dengan developer, properti agent, atau pihak bank. Budaya untuk menyogok agar memudahkan aplikasi ini kerap dilakukan.
Sebaliknya bank Permata menggunakan sistem bertingkat. Artinya group bisnis dan analis adalah orang yang berbeda. Dalam kasus ini proses pencarian nasabah dikerjakan si A, sedangkan perhitungan kredit dikerjakan oleh si B. Ribet memang tapi dengan sistem ini Bank Permata berani menawarkan bunga paling rendah di 12.8% pa
Kesimpulan: Bank dengan model AO (Niaga, Panin, BRI) #1 dikategori ini
4. Negotiation/Bargaining
4.1 Negoisasi appraisal harga rumah
Proses kredit sebagaimana proses jual beli adalah hal yang penuh subyektivitas. Hal ini bisa berbuntut panjang semisal: Harga rumah second 300 juta, bisa jadi dinilai Niaga 250juta, dinilai Panin 270juta, dinilai BRI 350 juta. Angka ini dari mana, memang ada rumusnya seperti
luas tanah X harga pasaran + luas bangunan X harga pasaran + harga strategis
Tapi angka ini sebenarnya negotiable, tergantung kepentingan si credit officer dan nasabah itu sendiri. Kata orang “everything’s negotiable”
4.2 Negoisasi limit credit
Limit credit yang diberikan pun penuh dengan negoisasi. Gaji si amir di Telkomsel misalnya, 1 juta perbulan, tapi dalam satu tahun amir bisa 24 kali gaji. Gaji budi di software house bisa 2 juta tapi overtime budi bisa hingga 3 juta perbulan misalnya. Niaga menghitung nilai cicilan dari gaji terendah dalam satu tahun, tapi Panin menghitung dari rata-rata gaji sedangkan Permata menghitung dari analisa lainnya
Kesimpulan: Bank dengan AO yang agresif menduduki peringkat #1. Sebenarnya agak sulit memlih bank terbaik dalam kategori ini. Yang ada adalah AO/credit officer yang pintar atau yang lamban. Tapi overall Panin #1
5. Lain-lain
Komponen ini sebenarnya banyak tapi kami memilih mengkategorikannya dalam ‘tidak signifikan’. Sehingga kami lebih memfokuskan pada hal-hal sebelumnya. Seperti:
4.1 Bunga Bank,
Diskusi mengenai bunga bank bisa sangat menarik apalagi dikaitkan dengan issue floating vs fixed rate, subsidi bunga, suku bunga BI, syariah vs konvensional. Menurut kami, issue bunga bank sebaiknya tidak perlu dipusingkan. Dasarnya adalah setiap bank berkompetisi dan suku bunga sebenarnya sudah merupakan ‘ketetapan alam’ yang tidak perlu dipusingkan.
FYI, per january 2007. Permata di 12.8%, Niaga 13.88%, BCA, BNI, Mandiri di 14%. Fluktuasi jelas, konon 2005 sendiri pernah suku KPR di 20%
4.2 Feature
Ada angsuran suka-sukanya BNI, ada extra paymentnya, ada asuransinya Bank Mega. Stop, komponen ini membingungkan. Jangan terlalu dipusingkan oleh komponen ini.
4.3 Reputasi Bank
Panin, NISP mungkin tidak seterkenal Niaga atau BTN (yang justru di segmen menengah massal). Kami belum sampai mendiskusikan kategori ini.
Any comment?
PS: Coba lihat perbandingan KPR Permata vs Niaga
Written by priandoyo --> priandoyo.wordpress.com
Januari 10, 2007 pada 2:55 am
Ditulis dalam Tips Membeli Rumah
Bagaimana cara memilih KPR yang terbaik
Bagaimana cara memilih KPR yang terbaik
Pertanyaaan yang paling sering diajukan kepada saya adalah: program KPR apa yang terbaik? berdasarkan pengalaman saya selama ini dan pengalaman semakin lama membantu teman-teman yang mengurus KPR. Menurut saya KPR yang terbaik sangat bergantung dengan kebutuhan dan profil dari kita sendiri. Namun bila anda baru pertama kali memilih produk KPR saya sarankan untuk:
1. Cari Bank KPR terdekat dengan lokasi kerja/rumah anda.
Bila anda bekerja di Mega Kuningan, maka Bank KPR yang harus anda datangi pertama kali adalah Bank Danamon atau Bank NISP. Lokasi bank yang dekat memudahkan anda untuk berburu informasi ataupun bernegoisasi.
2. Hubungi Bank dengan interaksi terbanyak dengan anda.
Kalau selama ini gaji anda ditransfer di Bank BCA, kartu kredit anda juga BCA dan anda telah menjadi nasabah BCA selama beberapa tahun. Maka ada baiknya anda memulai memilih dari bank ini. Proses pengurusan akan lebih mudah jika bank telah mengetahui track record keuangan anda.
3. Hubungi Bank yang direkomendasikan oleh developer/broker.
Jika BSDCity merekomendasikan Bank Mandiri, maka anda wajib menghubungi Bank ini pertama kali. Bank rekomendasi tentunya memiliki pricing yang lebih baik, entah DP yang bisa diangsur ataupun bunga yang lebih rendah.
Nah dalam tahap ini maka kita sudah memiliki informasi awal dari 3-4 bank mengenai opsi yang diberikan kepada kita. Dengan informasi awal ini maka tugas kita adalah mengcross cek dengan kenyataan sebenarnya. Informasi bisa didapatkan dari teman atau komunitas yang membahas tentang KPR.
Yang perlu diingat, bahkan dalam satu cabang Bank pun, dengan petugas analis kredit yang berbeda, ada kemungkinan terdapat perbedaan dalam hal plafon yang diberikan, besaran bunga, hingga layanan purna jual dari si Bank tersebut. Jadi jika ada teman atau sahabat anda puas dengan layanan satu bank, bisa jadi itu tidak berlaku bagi kita.
Lebih lanjut tentang rumah di http://bicararumah.com
Written by priandoyo --> priandoyo.wordpress.com
Mei 9, 2008 pada 10:20 pm
Ditulis dalam Tips Membeli Rumah
Pertanyaaan yang paling sering diajukan kepada saya adalah: program KPR apa yang terbaik? berdasarkan pengalaman saya selama ini dan pengalaman semakin lama membantu teman-teman yang mengurus KPR. Menurut saya KPR yang terbaik sangat bergantung dengan kebutuhan dan profil dari kita sendiri. Namun bila anda baru pertama kali memilih produk KPR saya sarankan untuk:
1. Cari Bank KPR terdekat dengan lokasi kerja/rumah anda.
Bila anda bekerja di Mega Kuningan, maka Bank KPR yang harus anda datangi pertama kali adalah Bank Danamon atau Bank NISP. Lokasi bank yang dekat memudahkan anda untuk berburu informasi ataupun bernegoisasi.
2. Hubungi Bank dengan interaksi terbanyak dengan anda.
Kalau selama ini gaji anda ditransfer di Bank BCA, kartu kredit anda juga BCA dan anda telah menjadi nasabah BCA selama beberapa tahun. Maka ada baiknya anda memulai memilih dari bank ini. Proses pengurusan akan lebih mudah jika bank telah mengetahui track record keuangan anda.
3. Hubungi Bank yang direkomendasikan oleh developer/broker.
Jika BSDCity merekomendasikan Bank Mandiri, maka anda wajib menghubungi Bank ini pertama kali. Bank rekomendasi tentunya memiliki pricing yang lebih baik, entah DP yang bisa diangsur ataupun bunga yang lebih rendah.
Nah dalam tahap ini maka kita sudah memiliki informasi awal dari 3-4 bank mengenai opsi yang diberikan kepada kita. Dengan informasi awal ini maka tugas kita adalah mengcross cek dengan kenyataan sebenarnya. Informasi bisa didapatkan dari teman atau komunitas yang membahas tentang KPR.
Yang perlu diingat, bahkan dalam satu cabang Bank pun, dengan petugas analis kredit yang berbeda, ada kemungkinan terdapat perbedaan dalam hal plafon yang diberikan, besaran bunga, hingga layanan purna jual dari si Bank tersebut. Jadi jika ada teman atau sahabat anda puas dengan layanan satu bank, bisa jadi itu tidak berlaku bagi kita.
Lebih lanjut tentang rumah di http://bicararumah.com
Written by priandoyo --> priandoyo.wordpress.com
Mei 9, 2008 pada 10:20 pm
Ditulis dalam Tips Membeli Rumah
Monday, November 16, 2009
How to Calculate KPR Installment
Here are some formulas to calculate KPR installment on buying house/ apartments. The formula is quite simple and very easy to use on excel sheet.
The formula can expand to as many years as you want and we can just easily get the value of instalment. You have to becareful on the calculation and make sure that you can afford the installment that you choose. For example, Bank Indonesia itself has ordered and put it into regulations that one can pay the installment of 35% their income. This is a golden rule and many banks do not dare to break it.
================
Berikut ini saya dapatkan dari wesbite imranyasin.wordpress.com
Cukup bagus, saya sudah praktikkan bberapa kali. hasilnya cukup bagus dan kita bisa mengira-ngira atau estimate berapa angsuran KPR kita sebulan dgn tingkat bunga tertentu untuk periode katakanlah 5, 10,15 atau 20 tahunThe formula can expand to as many years as you want and we can just easily get the value of instalment. You have to becareful on the calculation and make sure that you can afford the installment that you choose. For example, Bank Indonesia itself has ordered and put it into regulations that one can pay the installment of 35% their income. This is a golden rule and many banks do not dare to break it.
================
Berikut ini saya dapatkan dari wesbite imranyasin.wordpress.com
Selamat mencoba
Friday, November 13, 2009
Biaya-Biaya KPR
Berikut penulis ambilkan simulasi dari klikbca.com
Sudah cukup lengkap termasuk biaya provisi, AJB,notaris, dll
Asumsi LT 120 LB 70. Harga Rp 450.000.000,-
Semoga bermanfaat sebagai gambaran awal dalam pengambilan KPR.
Kredit Pemilikan dan Perbaikan Rumah:
Simulasi Kredit
Rincian Kredit
Harga Rumah (Rp) : 450.000.000
Uang Muka (Rp) : 150.000.000
Pokok Hutang/Plafon Kredit (Rp) : 300.000.000
Angsuran (Rp) : 4.048.049,90
Jangka Waktu (bulan) : 120
Suku Bunga Efektif (per tahun) : 10,50%
Pembayaran Pertama
Uang Muka (Rp) : 150.000.000
Biaya Notaris PK: 250.000
APHT: 1.500.000
AJB & Balik Nama : 3.375.000
Cek Sertifikat: 150.000
Asuransi Jiwa: 2.130.000
Kebakaran: 2.635.000
Provisi : 3.000.000
Administrasi : 300.000
Biaya Apraisal : 310.995
Total : 163.650.995
Klausula
- Perincian Kredit di atas hanya simulasi/estimasi biaya.
- Biaya Roya Sertipikat adalah 500.000
(Khusus untuk sertipikat yang sedang dijaminkan oleh Bank lain).
- Biaya addendum PK adalah 250.000
(Khusus untuk perubahan pasal/klausla atas KPR BCA yang sedang berjalan/existing).
- Peningkatan SHGB menjadi SHM adalah 750.000 s/d 2.500.000
(Khusus untuk rumah tinggal dgn luas tanah s/d 200 M2)
Sudah cukup lengkap termasuk biaya provisi, AJB,notaris, dll
Asumsi LT 120 LB 70. Harga Rp 450.000.000,-
Semoga bermanfaat sebagai gambaran awal dalam pengambilan KPR.
Kredit Pemilikan dan Perbaikan Rumah:
Simulasi Kredit
Rincian Kredit
Harga Rumah (Rp) : 450.000.000
Uang Muka (Rp) : 150.000.000
Pokok Hutang/Plafon Kredit (Rp) : 300.000.000
Angsuran (Rp) : 4.048.049,90
Jangka Waktu (bulan) : 120
Suku Bunga Efektif (per tahun) : 10,50%
Pembayaran Pertama
Uang Muka (Rp) : 150.000.000
Biaya Notaris PK: 250.000
APHT: 1.500.000
AJB & Balik Nama : 3.375.000
Cek Sertifikat: 150.000
Asuransi Jiwa: 2.130.000
Kebakaran: 2.635.000
Provisi : 3.000.000
Administrasi : 300.000
Biaya Apraisal : 310.995
Total : 163.650.995
Klausula
- Perincian Kredit di atas hanya simulasi/estimasi biaya.
- Biaya Roya Sertipikat adalah 500.000
(Khusus untuk sertipikat yang sedang dijaminkan oleh Bank lain).
- Biaya addendum PK adalah 250.000
(Khusus untuk perubahan pasal/klausla atas KPR BCA yang sedang berjalan/existing).
- Peningkatan SHGB menjadi SHM adalah 750.000 s/d 2.500.000
(Khusus untuk rumah tinggal dgn luas tanah s/d 200 M2)
Thursday, November 12, 2009
Jual Rumah Dalam Masa Angsuran
Dapatkah Debitur Menjual Kembali Rumah yang Dalam Masa Angsuran?
Dalam Hal Itu, Bisakah Debitur Mendapatkan Kembali Uang Angsuran yang Telah Dibayarkan Setelah Dikurangi Denda Penalti dan Biaya Lain?
Sudah tentu, rumah yang masih dalam proses angsuran dan sertifikatnya masih disimpan oleh bank sampai masa angsuran KPR berakhir, tak bisa dijual begitu saja ke pihak lain. Dalam hal ini, bila tak menginginkan lagi rumah tersebut dan hendak beralih ke rumah lain, debitur tersebut bisa menggunakan proses oper KPR ke debitur baru. Nantinya, debitur baru inilah yang meneruskan proses angsuran KPR rumah tersebut.
Di situ, bank akan menilai ulang rumah tersebut. Usai debitur pertama dan debitur kedua menyepakati harga jual, sejumlah proses legal menyangkut pengalihan KPR tersebut mesti dilakukan. Kemudian, bank mengucurkan dana KPR ke rekening debitur kedua. Nah, debitur kedua mesti menggunakan sebagian dari dana KPR itu untuk melunasi pinjaman debitur pertama. Dalam hal ini, debitur pertama berkemungkinan mendapatkan kembali sebagian/seluruh angsuran yang telah dibayarkan ke bank. Pun, bisa saja uang yang ia peroleh melebihi total nilai angsuran yang telah dibayarkan. Sekadar contoh, debitur pertama dulu mendapat KPR senilai Rp500 juta; saat oper KPR berlangsung, yang sudah diangsur Rp300 juta. Debitur kedua setuju membeli rumah itu seharga Rp600 juta—tentunya nilai ini sudah disetujui oleh tim penilai appraisal bank. Nah, Rp300 juta dari dana Rp600 juta yang dipetik debitur kedua dari Panin Bank, dibayarkan untuk melunasi outstanding itu. Sisanya yang Rp300 juta? Bisa menjadi milik debitur pertama. Jadi, dalam hal over KPR, debitur pertama bisa mendapatkan uang tunai pengganti angsuran yang telah dibayarkan, bisa pula tidak. Hal ini ditentukan harga jual yang dipetik, juga tergantung total besar angsuran yang telah dibayarkan debitur pertama. Kemungkinan lain bagi debitur untuk menjual rumah tersebut adalah dengan melunasi sekaligus angsuran KPR. Sudah tentu, ia di situ mesti membayar denda penalti. Usai rumah tersebut sepenuhnya dimiliki, barulah dijual ke pihak lain.
sumber: rumah123.com
Dalam Hal Itu, Bisakah Debitur Mendapatkan Kembali Uang Angsuran yang Telah Dibayarkan Setelah Dikurangi Denda Penalti dan Biaya Lain?
Sudah tentu, rumah yang masih dalam proses angsuran dan sertifikatnya masih disimpan oleh bank sampai masa angsuran KPR berakhir, tak bisa dijual begitu saja ke pihak lain. Dalam hal ini, bila tak menginginkan lagi rumah tersebut dan hendak beralih ke rumah lain, debitur tersebut bisa menggunakan proses oper KPR ke debitur baru. Nantinya, debitur baru inilah yang meneruskan proses angsuran KPR rumah tersebut.
Di situ, bank akan menilai ulang rumah tersebut. Usai debitur pertama dan debitur kedua menyepakati harga jual, sejumlah proses legal menyangkut pengalihan KPR tersebut mesti dilakukan. Kemudian, bank mengucurkan dana KPR ke rekening debitur kedua. Nah, debitur kedua mesti menggunakan sebagian dari dana KPR itu untuk melunasi pinjaman debitur pertama. Dalam hal ini, debitur pertama berkemungkinan mendapatkan kembali sebagian/seluruh angsuran yang telah dibayarkan ke bank. Pun, bisa saja uang yang ia peroleh melebihi total nilai angsuran yang telah dibayarkan. Sekadar contoh, debitur pertama dulu mendapat KPR senilai Rp500 juta; saat oper KPR berlangsung, yang sudah diangsur Rp300 juta. Debitur kedua setuju membeli rumah itu seharga Rp600 juta—tentunya nilai ini sudah disetujui oleh tim penilai appraisal bank. Nah, Rp300 juta dari dana Rp600 juta yang dipetik debitur kedua dari Panin Bank, dibayarkan untuk melunasi outstanding itu. Sisanya yang Rp300 juta? Bisa menjadi milik debitur pertama. Jadi, dalam hal over KPR, debitur pertama bisa mendapatkan uang tunai pengganti angsuran yang telah dibayarkan, bisa pula tidak. Hal ini ditentukan harga jual yang dipetik, juga tergantung total besar angsuran yang telah dibayarkan debitur pertama. Kemungkinan lain bagi debitur untuk menjual rumah tersebut adalah dengan melunasi sekaligus angsuran KPR. Sudah tentu, ia di situ mesti membayar denda penalti. Usai rumah tersebut sepenuhnya dimiliki, barulah dijual ke pihak lain.
sumber: rumah123.com
Jika Debitur Gagal Membayar Angsuran
Apa yang Terjadi Bila Debitur Gagal Membayar Angsuran?
Ada beberapa cara yang bisa ditempuh yaitu :
1.Re-negosiasi masa waktu pinjaman
Misal, rubah masa waktu pinjaman dari 10 tahun ke 15 tahun hingga nilai angsuran per bulan mengecil
2.Mengalihkan KPR ke debitur baru atau over kredit
Debitur bisa saja mendapatkan kembali sebagian ataupun seluruh uang yang telah dibayarkan ke bank
3.Sita Properti
Hal ini merupakan skenario terakhir yang diambil bank apabila cara re-negosiasi masa waktu pinjam dan over kredit gagal juga
sumber: rumah123.com
Ada beberapa cara yang bisa ditempuh yaitu :
1.Re-negosiasi masa waktu pinjaman
Misal, rubah masa waktu pinjaman dari 10 tahun ke 15 tahun hingga nilai angsuran per bulan mengecil
2.Mengalihkan KPR ke debitur baru atau over kredit
Debitur bisa saja mendapatkan kembali sebagian ataupun seluruh uang yang telah dibayarkan ke bank
3.Sita Properti
Hal ini merupakan skenario terakhir yang diambil bank apabila cara re-negosiasi masa waktu pinjam dan over kredit gagal juga
sumber: rumah123.com
Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional
Apa Perbedaan antara KPR Syariah dengan KPR Konvensional?
Pembiayaan KPR Syariah mengacu ke prinsip-prinsip bertransaksi secara Islam antara lain :
•Transaksi jual beli antar dua pihak harus jelas dan transparan
•Tidak boleh merugikan salah satu pihak
•Untung rugi mesti dipikul bersama dua pihak
•Tidak ada bunga yang dikenakan ke debitur (karena dianggap merugikan debitur), dalam hal ini bank syariah mengambil margin keuntungan dengan debitur, bukan suku bunga
KEUNTUNGAN KPR SYARIAH : dalam kondisi ekonomi normal -> besar cicilan per bulan KPR Syariah tidak berubah alias tidak fluktuatif. Akan tetapi, dalam kondisi ekonomi tidak menentu, Bank penyedia KPR Syariah meminta debitur untuk kembali merundingkan margin sekaligus nilai cicilan per bulan.
sumber: rumah123.com
Pembiayaan KPR Syariah mengacu ke prinsip-prinsip bertransaksi secara Islam antara lain :
•Transaksi jual beli antar dua pihak harus jelas dan transparan
•Tidak boleh merugikan salah satu pihak
•Untung rugi mesti dipikul bersama dua pihak
•Tidak ada bunga yang dikenakan ke debitur (karena dianggap merugikan debitur), dalam hal ini bank syariah mengambil margin keuntungan dengan debitur, bukan suku bunga
KEUNTUNGAN KPR SYARIAH : dalam kondisi ekonomi normal -> besar cicilan per bulan KPR Syariah tidak berubah alias tidak fluktuatif. Akan tetapi, dalam kondisi ekonomi tidak menentu, Bank penyedia KPR Syariah meminta debitur untuk kembali merundingkan margin sekaligus nilai cicilan per bulan.
sumber: rumah123.com
Migrasi KPR
Apa yang Disebut Migrasi KPR?
Migrasi KPR merupakan perpindahan suatu KPR dari satu bank ke bank yang lain. Yang melakukan hal ini adalah debitur KPR di satu bank. Penyebab debitur memindahkan KPR yang sudah ia jalani di satu bank ke bank lain bisa banyak. Antara lain, pertama, bisa saja bank lain menawarkan program menarik tertentu (antara lain tingkat bunga yang lebih ringan) sehingga debitur tersebut memigrasikan KPR. Atau, kedua, debitur tersebut tak puas dengan kualitas layanan bank pertama—namun, hal ini terbilang jarang ditemui. Secara keseluruhan, bisa dikatakan bahwa angka migrasi KPR tak tinggi. Sebab, migrasi KPR ini acap menelan biaya besar. Sekadar contoh, sudah tentu bahwa bank pertama tersebut mengenakan biaya penalti ke debitur tersebut. Belum lagi, di bank kedua, debitur tersebut bisa saja mesti membayar ulang sejumlah biaya--antara lain biaya akte notaris dan biaya penilaian aset (rumah) yang dijaminkan. Pun, dengan migrasi KPR, debitur tersebut mesti melakukan pekerjaan ekstra seperti membuat akad kredit baru.
sumber: rumah123.com
Migrasi KPR merupakan perpindahan suatu KPR dari satu bank ke bank yang lain. Yang melakukan hal ini adalah debitur KPR di satu bank. Penyebab debitur memindahkan KPR yang sudah ia jalani di satu bank ke bank lain bisa banyak. Antara lain, pertama, bisa saja bank lain menawarkan program menarik tertentu (antara lain tingkat bunga yang lebih ringan) sehingga debitur tersebut memigrasikan KPR. Atau, kedua, debitur tersebut tak puas dengan kualitas layanan bank pertama—namun, hal ini terbilang jarang ditemui. Secara keseluruhan, bisa dikatakan bahwa angka migrasi KPR tak tinggi. Sebab, migrasi KPR ini acap menelan biaya besar. Sekadar contoh, sudah tentu bahwa bank pertama tersebut mengenakan biaya penalti ke debitur tersebut. Belum lagi, di bank kedua, debitur tersebut bisa saja mesti membayar ulang sejumlah biaya--antara lain biaya akte notaris dan biaya penilaian aset (rumah) yang dijaminkan. Pun, dengan migrasi KPR, debitur tersebut mesti melakukan pekerjaan ekstra seperti membuat akad kredit baru.
sumber: rumah123.com
Apa yang dimaksud Dengan Floating Rate?
Apa yang dimaksudkan dengan Floating Rate ?
Ini merupakan penentuan tingkat bunga KPR yang mengacu ke bunga pasar. Dengan demikian, di sini tingkat bunga KPR yang didapat seorang debitur bisa fluktuatif. Bila kondisi pasar tengah apik—yang antara lain bisa dilihat dari tingkat bunga Bank Indonesia, bunga yang dikenakan ke debitur KPR rendah. Bisa di bawah 10%. Sementara, bila kondisi pasar tengah buram seperti sekarang, bunga tersebut bisa naik ke angka melebihi 15%. Bank sering mengombinasikan fixed rate dengan floating rate dalam program promosi mereka.
Masing-masing bank mempunyai ketentuan review atau kaji ulang bunga KPR berbeda-beda. Ada yang melakukan review setiap 3 bulan atau 6 bulan tapi jarang sekali yang tahunan.
Sumber: rumah123.com
Ini merupakan penentuan tingkat bunga KPR yang mengacu ke bunga pasar. Dengan demikian, di sini tingkat bunga KPR yang didapat seorang debitur bisa fluktuatif. Bila kondisi pasar tengah apik—yang antara lain bisa dilihat dari tingkat bunga Bank Indonesia, bunga yang dikenakan ke debitur KPR rendah. Bisa di bawah 10%. Sementara, bila kondisi pasar tengah buram seperti sekarang, bunga tersebut bisa naik ke angka melebihi 15%. Bank sering mengombinasikan fixed rate dengan floating rate dalam program promosi mereka.
Masing-masing bank mempunyai ketentuan review atau kaji ulang bunga KPR berbeda-beda. Ada yang melakukan review setiap 3 bulan atau 6 bulan tapi jarang sekali yang tahunan.
Sumber: rumah123.com
Apa yang Dimaksud Dengan Bunga Tetap?
Apa yang dimaksudkan dengan bunga tetap (fixed rate)
Dalam KPR, fixed rate merupakan penentuan tingkat bunga yang besarnya tetap untuk masa waktu tertentu. Sekadar contoh, dulu ada bank yang menawarkan program fixed rate 7,5% untuk waktu dua tahun. Berarti, di situ debitur KPR bisa mencicipi bunga 7,5% selama dua tahun.
Note : Fixed rate KPR biasanya terdapat ketika anda membeli unit properti baru dari pengembang/developer dan umumnya pengembang memberikan subsidi bunga. Misalnya, harusnya bunga KPR adalah 10% (7,5% ditanggung oleh pembeli dan 2,5% ditanggung oleh developer).
Dalam KPR, fixed rate merupakan penentuan tingkat bunga yang besarnya tetap untuk masa waktu tertentu. Sekadar contoh, dulu ada bank yang menawarkan program fixed rate 7,5% untuk waktu dua tahun. Berarti, di situ debitur KPR bisa mencicipi bunga 7,5% selama dua tahun.
Note : Fixed rate KPR biasanya terdapat ketika anda membeli unit properti baru dari pengembang/developer dan umumnya pengembang memberikan subsidi bunga. Misalnya, harusnya bunga KPR adalah 10% (7,5% ditanggung oleh pembeli dan 2,5% ditanggung oleh developer).
sumber: rumah123.com
KPR Guidelines VI
Langkah 8 : Akad Kredit
Biaya dan kebutuhan administrasi sebelum akad kredit :
•Pelunasan BPHTB - Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Besarnya 5% dari harga jual properti sebelum pajak.
•Asuransi FIDUCIA (bisa juga digantikan dengan Asuransi Jiwa dengan nilai yang ditanggungkan harus sama atau lebih besar dari nilai properti yang akan dibeli)
•Provisi Kredit, besarnya relatif sama pada suatu bank dengan bank lainnya •Asuransi Unit Properti (biasanya ditanggung oleh developer)
•Biaya notaris untuk pengikatan kredit secara hukum
Setelah hal tersebut dipenuhi maka selanjutnya dilaksanakan akad kredit.
Langkah 9 : Bayar Angsuran Bulanan
Setelah akad kredit, bank akan mengucurkan dana kredit yang biasanya akan ditransfer langsung ke rekening pengembang/developer.
Butuh waktu 1 - 7 hari kerja.
Bayar angsuran bulanan dan review bunga kredit secara berkala.
Anda melakukan pembayaran cicilan bulanan.
Umumnya bank akan melakukan review bunga kredit secara berkala yaitu setiap 3 atau 6 bulan.
Pelunasan.
Setelah Anda melunasi semua cicilan KPR Anda, maka Anda berhak untuk mendapatkan :
•Surat pelunasan utang dari bank
•SERTIFIKAT ASLI KEPEMILIKAN UNIT PROPERTI
Sumber: rumah123.com
Biaya dan kebutuhan administrasi sebelum akad kredit :
•Pelunasan BPHTB - Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Besarnya 5% dari harga jual properti sebelum pajak.
•Asuransi FIDUCIA (bisa juga digantikan dengan Asuransi Jiwa dengan nilai yang ditanggungkan harus sama atau lebih besar dari nilai properti yang akan dibeli)
•Provisi Kredit, besarnya relatif sama pada suatu bank dengan bank lainnya •Asuransi Unit Properti (biasanya ditanggung oleh developer)
•Biaya notaris untuk pengikatan kredit secara hukum
Setelah hal tersebut dipenuhi maka selanjutnya dilaksanakan akad kredit.
Langkah 9 : Bayar Angsuran Bulanan
Setelah akad kredit, bank akan mengucurkan dana kredit yang biasanya akan ditransfer langsung ke rekening pengembang/developer.
Butuh waktu 1 - 7 hari kerja.
Bayar angsuran bulanan dan review bunga kredit secara berkala.
Anda melakukan pembayaran cicilan bulanan.
Umumnya bank akan melakukan review bunga kredit secara berkala yaitu setiap 3 atau 6 bulan.
Pelunasan.
Setelah Anda melunasi semua cicilan KPR Anda, maka Anda berhak untuk mendapatkan :
•Surat pelunasan utang dari bank
•SERTIFIKAT ASLI KEPEMILIKAN UNIT PROPERTI
Sumber: rumah123.com
KPR Guidelines V
Langkah 6 : Analisa Resiko Kredit (Credit Risk Analysis)
Tahapan paling krusial, bank akan melakukan analisa kredit untuk menilai kemampuan Anda dalam membayar angsuran. Besar Angsuran Bulanan biasanya maksimum = 33.3% dari Total Pendapatan Tetap Suami, atau Istri atau gabungan Suami dan Istri. Bank akan melakukan cek rekening koran selama 3 - 6 bulan terakhir. Bank akan cek semua pengeluaran Anda Perbulan dengan cara memanggil Anda untuk wawancara dan juga melakukan pengecekan via Bank Indonesia (BI Checking) :
•Kartu kredit
•Kredit kendaraan bermotor
•KPR lainnya
•Kredit lainnya seperti KTA, Kredit Usaha, dll
•Biaya hidup perbulan seperti makan, transport, sekolah anak, asuransi, dll
Bank juga akan melakukan pengecekan lainnya seperti :
•Kroscek dengan menelepon sejumlah referen yang Anda berikan dalam tahapan pengisian form pengajuan KPR.
•BI Checking untuk status Anda apakah pernah, tidak pernah atau bahkan sedang status BLACKLIST.
Apabila bank telah selesai melakukan analisa resiko kredit, bank akan mengambil keputusan apakah Anda layak atau mampu membayar angsuran bulanan atau tidak.
PROSES INI UMUMNYA MEMAKAN WAKTU 14 - 60 HARI KERJA TERGANTUNG MASING-MASING BANK
Langkah 7 : Survey Penilaian Aset Properti (Properti Appraisal Survey)
Bank melakukan survey aset properti (property appraisal) untuk menentukan harga jual dan legalitas properti yang dimaksud :
•Nilai aset properti sesuai harga pasar yang berlaku
•Legalitas dokumen seperti : Sertifikat IMB, Setifikat Tanah, Sertifikat Sarusun (untuk apartemen/office space), SPPT PBB, Asuransi Unit Properti, Surat Kuasa Jual, Surat Hibah, Surat Warisan, dll
Setelah bank melakukan survey aset properti, bank akan menentukan apabila bisa lanjut ke proses akad kredit atay masih perlu ada dokumen-dokumen lainnya yang perlu disiapkan
sumber: rumah123.com
Tahapan paling krusial, bank akan melakukan analisa kredit untuk menilai kemampuan Anda dalam membayar angsuran. Besar Angsuran Bulanan biasanya maksimum = 33.3% dari Total Pendapatan Tetap Suami, atau Istri atau gabungan Suami dan Istri. Bank akan melakukan cek rekening koran selama 3 - 6 bulan terakhir. Bank akan cek semua pengeluaran Anda Perbulan dengan cara memanggil Anda untuk wawancara dan juga melakukan pengecekan via Bank Indonesia (BI Checking) :
•Kartu kredit
•Kredit kendaraan bermotor
•KPR lainnya
•Kredit lainnya seperti KTA, Kredit Usaha, dll
•Biaya hidup perbulan seperti makan, transport, sekolah anak, asuransi, dll
Bank juga akan melakukan pengecekan lainnya seperti :
•Kroscek dengan menelepon sejumlah referen yang Anda berikan dalam tahapan pengisian form pengajuan KPR.
•BI Checking untuk status Anda apakah pernah, tidak pernah atau bahkan sedang status BLACKLIST.
Apabila bank telah selesai melakukan analisa resiko kredit, bank akan mengambil keputusan apakah Anda layak atau mampu membayar angsuran bulanan atau tidak.
PROSES INI UMUMNYA MEMAKAN WAKTU 14 - 60 HARI KERJA TERGANTUNG MASING-MASING BANK
Langkah 7 : Survey Penilaian Aset Properti (Properti Appraisal Survey)
Bank melakukan survey aset properti (property appraisal) untuk menentukan harga jual dan legalitas properti yang dimaksud :
•Nilai aset properti sesuai harga pasar yang berlaku
•Legalitas dokumen seperti : Sertifikat IMB, Setifikat Tanah, Sertifikat Sarusun (untuk apartemen/office space), SPPT PBB, Asuransi Unit Properti, Surat Kuasa Jual, Surat Hibah, Surat Warisan, dll
Setelah bank melakukan survey aset properti, bank akan menentukan apabila bisa lanjut ke proses akad kredit atay masih perlu ada dokumen-dokumen lainnya yang perlu disiapkan
sumber: rumah123.com
KPR Guidelines IV
Langkah 4 : Pelunasan uang muka
Apabila anda membeli dari Developer, maka anda wajib untuk melunasi uang muka terlebih dahulu.
APABILA ANDA BELI PROPERTI PASAR SEKUNDER
Dokumen Standar :
• Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika melakukan pengajuan permohonan KPR.
• Fotokopi KTP pemohon
• Surat Nikah/cerai bila sudah menikah atau bercerai
• Kartu keluarga
• Surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan)
• Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB)
Dokumen Tambahan untuk karyawan : Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional :
• Slip Gaji
• Bukti transaksi keuangan usaha Anda
• Surat keterangan dari tempat bekerja
• Catatan rekening Bank (seperti yang sudah dijelaskan)
• Rekening Tabungan (keadaan keuangan Anda • NPWP (nomor pokok wajib pajak)
pada catatan rekening ini harus bagus • SIUP (jika usaha Anda dibidang perdagangan)
minimal selama 3 bulan) • Surat ijin usaha yang lainnya jika usaha Anda selain perdagangan
• TDP (tanda daftar perusahaan)
• Jika Anda seorang profesional, hal tersebut diatas ditambahkan dengan Surat Ijin Praktek, misalnya profesi Anda seorang Dokter.
sumber: rumah123.com
Apabila anda membeli dari Developer, maka anda wajib untuk melunasi uang muka terlebih dahulu.
APABILA ANDA BELI PROPERTI PASAR SEKUNDER
Apabila anda membeli properti dari pasar sekunder, umumnya anda akan diminta melunasi down payment terlebih dahulu. Besar downpayment berkisar antara 20% - 50% tergantung ketentuan dari masing-masing Bank. Downpayment dibayarkan langsung ke Penjual. Akan tetapi, buat lebih amannya, lebih baik apabila anda bisa mengatur kondisinya agar Anda tidak perlu melunasi down payment terlebih dahulu kepada Penjual sebelum Akad Kredit anda disetujui oleh Pihak Bank. Untuk cara ini, Anda bisa membuat Surat Perjanjian Jual Beli dengan Penjual di depan Notaris yang mengatakan bahwa Anda akan melunasi down payment setelah Akad Kredit disetujui oleh pihak Bank
Langkah 5 : Isi Form pengajuan kredit dan persiapan dokumen-dokumen untuk KPR
Dokumen Standar :
• Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika melakukan pengajuan permohonan KPR.
• Fotokopi KTP pemohon
• Surat Nikah/cerai bila sudah menikah atau bercerai
• Kartu keluarga
• Surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan)
• Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB)
Dokumen Tambahan untuk karyawan : Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional :
• Slip Gaji
• Bukti transaksi keuangan usaha Anda
• Surat keterangan dari tempat bekerja
• Catatan rekening Bank (seperti yang sudah dijelaskan)
• Rekening Tabungan (keadaan keuangan Anda • NPWP (nomor pokok wajib pajak)
pada catatan rekening ini harus bagus • SIUP (jika usaha Anda dibidang perdagangan)
minimal selama 3 bulan) • Surat ijin usaha yang lainnya jika usaha Anda selain perdagangan
• TDP (tanda daftar perusahaan)
• Jika Anda seorang profesional, hal tersebut diatas ditambahkan dengan Surat Ijin Praktek, misalnya profesi Anda seorang Dokter.
sumber: rumah123.com
KPR Guidelines III
Langkah 2 :
Tentukan Bank KPR Apabila Anda membeli properti baru atau primary dari pengembang, biasaya sudah ada kerjasama antara pengembang dengan bank-bank tertentu.
SELALU TANYAKAN APABILA ADA PENAWARAN KHUSUS BUNGA seperti FIXED RATE atau SUBSIDI BUNGA KPR!
Langkah 3 : Isi Form pemesanan dan bayar booking fee
•Isi form pemesanan unit dari developer.
Di dalam form pemesanan unit, pastikan jadwal pembayaran booking fee dan pelunasan uang muka sudah jelas dan disetujui kedua belah pihak. Terutama apabila booking fee dan pelunasan uang muka bisa dicicil.
•Setelah itu bayar booking fee.
Besarnya booking fee tergantung ketentuan dari pihak developer. Apabila anda membeli properti dari pasar Sekunder, besar booking fee tergantung dari permintaan Penjual.
sumber: rumah123.com
Tentukan Bank KPR Apabila Anda membeli properti baru atau primary dari pengembang, biasaya sudah ada kerjasama antara pengembang dengan bank-bank tertentu.
SELALU TANYAKAN APABILA ADA PENAWARAN KHUSUS BUNGA seperti FIXED RATE atau SUBSIDI BUNGA KPR!
Langkah 3 : Isi Form pemesanan dan bayar booking fee
•Isi form pemesanan unit dari developer.
Di dalam form pemesanan unit, pastikan jadwal pembayaran booking fee dan pelunasan uang muka sudah jelas dan disetujui kedua belah pihak. Terutama apabila booking fee dan pelunasan uang muka bisa dicicil.
Besarnya booking fee tergantung ketentuan dari pihak developer. Apabila anda membeli properti dari pasar Sekunder, besar booking fee tergantung dari permintaan Penjual.
sumber: rumah123.com
KPR Guidelines II
Langkah 1 : Pilih Properti
Sebelum anda membeli properti pastikan terlebih dahulu :
•Lokasi properti tidak banjir
•Akses ke lokasi juga tidak banjir
•Usahakan untuk pilih lokasi yang dekat dengan tempat anda bekerja
•Cek lingkungan sekitar perumahan
•Cek akses transportasi umum
•Cek fasilitas umum terdekat seperti : sekolah, tempat ibadah, tempat belanja, kantor polisi, pemadam kebakaran, dll
•Pastikan Anda membeli properti dari pengembang yang reputasinya baik dan mempunyai track record yang bagus, alias tidak pernah gagal dalam membangun proyeknya
•Pastikan bahwa pengembang/developer telah memperoleh semua perijinan yang dibutuhkan untuk membangun proyeknya
sumber: rumah123.com
Sebelum anda membeli properti pastikan terlebih dahulu :
•Lokasi properti tidak banjir
•Akses ke lokasi juga tidak banjir
•Usahakan untuk pilih lokasi yang dekat dengan tempat anda bekerja
•Cek lingkungan sekitar perumahan
•Cek akses transportasi umum
•Cek fasilitas umum terdekat seperti : sekolah, tempat ibadah, tempat belanja, kantor polisi, pemadam kebakaran, dll
•Pastikan Anda membeli properti dari pengembang yang reputasinya baik dan mempunyai track record yang bagus, alias tidak pernah gagal dalam membangun proyeknya
•Pastikan bahwa pengembang/developer telah memperoleh semua perijinan yang dibutuhkan untuk membangun proyeknya
sumber: rumah123.com
KPR Guidelines I
Apa Itu KPR??
Kredit Pemilikan rumah (KPR) adalah produk pembiayaan yang diberikan kepada pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah. KPR di Indonesia, hingga saat ini masih disediakanoleh perbankan, meskipun sudah ada beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang juga menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder pembiayaan perumahan.
Kredit Pemilikan rumah (KPR) adalah produk pembiayaan yang diberikan kepada pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah. KPR di Indonesia, hingga saat ini masih disediakanoleh perbankan, meskipun sudah ada beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang juga menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder pembiayaan perumahan.
Sumber: rumah123.com
KPR buat para TKI
Rabu, 14 Oktober 2009
08:30 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Keinginan para TKI untuk memiliki rumah atau memberikan rumah bagi keluarganya tampaknya bukan sekadar impian lagi. Kini tersedia fasilitas KPR khusus yang disediakan bagi pejuang devisa itu untuk mencicil rumah sambil bekerja di luar negeri.
Adalah Bank BNI, Perum Perumnas, dan PJTKI yang mengagas ide ini. Mereka menjalin kerja sama untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi TKI atau pekerja migran Indonesia yang bekerja di Hongkong.
"Kerja sama ini mendapat fasilitas dari PT Panca Setia Bhakti, PJTKI yang banyak mengirim pekerja ke Hongkong," kata Direktur Konsumer BNI Darwin Suzandi di Jakarta, Selasa (13/10).
Menurutnya, melalui kerja sama ini, BNI memberikan fasilitas pembiayaan perumahan bagi pekerja migran yang telah diseleksi dan direkomendasikan PT Panca Setia Bhakti untuk perumahan-perumahan yang disediakan oleh Perum Perumnas.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto dan Direktur Utama PT Panca Setia Bhakti Iman Soedarso, disaksikan Menteri Negara Perumahan Rakyat M Yusuf Asy’ari.
Menurut Darwin, kerja sama ini merupakan peluang BNI untuk meningkatkan penyaluran KPR BNI Griya, terutama di kalangan pekerja migran Indonesia. Sebelumnya, BNI juga telah memiliki program khusus dalam penyaluran kredit perumahan bagi pekerja migran Indonesia ini.
Sekitar dua tahun yang lalu, di BNI Cabang Hongkong, BNI meluncurkan produk BNI Griya yang didesain khusus bagi kalangan pekerja migran. Dengan memanfaatkan jaringan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri, BNI membuat skema kredit perumahan yang dapat dicicil dengan mudah dari gaji para pekerja migran.
"Namun, dengan kerjas ama kali ini, kami optimistis penyaluran fasilitas kredit perumahan bagi para pekerja migran akan menjadi lebih optimal karena didukung oleh pihak-pihak yang kompeten, seperti Perum Perumnas dan PT Panca Setia Bakti," kata Darwin.
Hingga akhir September 2009, outstanding KPR BNI Griya telah mencapai Rp 7,8 triliun. Melalui kerja sama dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat, BNI juga telah menyalurkan KPR bersubsidi untuk 3.400 unit rumah (posisi Agustus 2009).
Sementara itu, Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson mengatakan, Perumnas menargetkan dapat membangun 2.000 unit rumah bagi pekerja migrain dari target 10.000 unit, sisanya diharapkan dapat dipenuhi pada 2011-2012.
Teddy mengatakan, Perum Perumnas dalam waktu dekat akan berangkat ke Hongkong untuk memasarkan rumah yang akan dibangun di empat lokasi di Jawa Timur, yakni di Madiun, Blitar, Kediri, dan Malang.
"Kami sengaja memilih empat lokasi yang dekat dengan TKI Hongkong berdomisili, dengan metode pembiayaan yang berbeda karena pada umumnya masa kerja pekerja migran rata-rata hanya lima tahun," ujarnya.
Namun, meski masa kerja hanya lima tahun, setiap bulan mereka mampu menyimpan tabungan minimal Rp 5 juta, apalagi selama tinggal di negara tersebut kebutuhan makan dapat dipenuhi, tuturnya.
Menurut Teddy, keuntungan bagi pekerja migran membeli rumah dari Perumnas adalah tidak perlu lagi memikirkan ketersediaan listrik dan air bersih.
Teddy mengatakan, sebagai tahap awal, pekerja, melalui fasilitas PT Panca Setia Bhakti, akan membeli tanah yang disediakan Perum Perumnas yang akan dicicil TKI selama satu tahun.
Setelah tanah tersedia, dapat diagunkan kepada bank untuk kemudian dapat diagunkan untuk membangun rumah. Melalui cara ini baik Perumnas, pekerja, maupun BNI akan dimudahkan, tuturnya
08:30 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Keinginan para TKI untuk memiliki rumah atau memberikan rumah bagi keluarganya tampaknya bukan sekadar impian lagi. Kini tersedia fasilitas KPR khusus yang disediakan bagi pejuang devisa itu untuk mencicil rumah sambil bekerja di luar negeri.
Adalah Bank BNI, Perum Perumnas, dan PJTKI yang mengagas ide ini. Mereka menjalin kerja sama untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi TKI atau pekerja migran Indonesia yang bekerja di Hongkong.
"Kerja sama ini mendapat fasilitas dari PT Panca Setia Bhakti, PJTKI yang banyak mengirim pekerja ke Hongkong," kata Direktur Konsumer BNI Darwin Suzandi di Jakarta, Selasa (13/10).
Menurutnya, melalui kerja sama ini, BNI memberikan fasilitas pembiayaan perumahan bagi pekerja migran yang telah diseleksi dan direkomendasikan PT Panca Setia Bhakti untuk perumahan-perumahan yang disediakan oleh Perum Perumnas.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto dan Direktur Utama PT Panca Setia Bhakti Iman Soedarso, disaksikan Menteri Negara Perumahan Rakyat M Yusuf Asy’ari.
Menurut Darwin, kerja sama ini merupakan peluang BNI untuk meningkatkan penyaluran KPR BNI Griya, terutama di kalangan pekerja migran Indonesia. Sebelumnya, BNI juga telah memiliki program khusus dalam penyaluran kredit perumahan bagi pekerja migran Indonesia ini.
Sekitar dua tahun yang lalu, di BNI Cabang Hongkong, BNI meluncurkan produk BNI Griya yang didesain khusus bagi kalangan pekerja migran. Dengan memanfaatkan jaringan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri, BNI membuat skema kredit perumahan yang dapat dicicil dengan mudah dari gaji para pekerja migran.
"Namun, dengan kerjas ama kali ini, kami optimistis penyaluran fasilitas kredit perumahan bagi para pekerja migran akan menjadi lebih optimal karena didukung oleh pihak-pihak yang kompeten, seperti Perum Perumnas dan PT Panca Setia Bakti," kata Darwin.
Hingga akhir September 2009, outstanding KPR BNI Griya telah mencapai Rp 7,8 triliun. Melalui kerja sama dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat, BNI juga telah menyalurkan KPR bersubsidi untuk 3.400 unit rumah (posisi Agustus 2009).
Sementara itu, Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson mengatakan, Perumnas menargetkan dapat membangun 2.000 unit rumah bagi pekerja migrain dari target 10.000 unit, sisanya diharapkan dapat dipenuhi pada 2011-2012.
Teddy mengatakan, Perum Perumnas dalam waktu dekat akan berangkat ke Hongkong untuk memasarkan rumah yang akan dibangun di empat lokasi di Jawa Timur, yakni di Madiun, Blitar, Kediri, dan Malang.
"Kami sengaja memilih empat lokasi yang dekat dengan TKI Hongkong berdomisili, dengan metode pembiayaan yang berbeda karena pada umumnya masa kerja pekerja migran rata-rata hanya lima tahun," ujarnya.
Namun, meski masa kerja hanya lima tahun, setiap bulan mereka mampu menyimpan tabungan minimal Rp 5 juta, apalagi selama tinggal di negara tersebut kebutuhan makan dapat dipenuhi, tuturnya.
Menurut Teddy, keuntungan bagi pekerja migran membeli rumah dari Perumnas adalah tidak perlu lagi memikirkan ketersediaan listrik dan air bersih.
Teddy mengatakan, sebagai tahap awal, pekerja, melalui fasilitas PT Panca Setia Bhakti, akan membeli tanah yang disediakan Perum Perumnas yang akan dicicil TKI selama satu tahun.
Setelah tanah tersedia, dapat diagunkan kepada bank untuk kemudian dapat diagunkan untuk membangun rumah. Melalui cara ini baik Perumnas, pekerja, maupun BNI akan dimudahkan, tuturnya
Subscribe to:
Posts (Atom)














